Kenali Perilaku Anak di Usia PraSekolah

by - November 23, 2017

Pertumbuhan otak si Kecil sangat pesat di awal kehidupannya, bahkan pada usia 2 tahun, otak si Kecil mencapai berat 80% berat otak orang dewasa. Itu sebabnya kita perlu mengenal lebih jauh sinergi kepintaran akal, fisik dan sosial si kecil agar bisa mengenal perilaku anak di usia pra sekolah.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah

Sabtu, 14 Oktober 2017 kemarin, RSIA Limijati dan Wyeth Nutrition bekerja sama mengadakan seminar parenting yang mengajak para orang tua mengenal perilaku anak pra sekolah. Kenapa pra sekolah? Karena saat anak sudah mencapai usia sekolah, akan semakin sulit merubah kebiasaan yang sudah tertanam.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Acara dibuka dengan memperkenalkan secara singkat apa tujuan dibuatnya acara ini dan mempersilahkan para ibu untuk mengantar anaknya ke ruangan sebelah agar seminar parenting ini bisa lebih konsen tanpa gangguan anak-anak.

Di ruangan sebelah, anak-anak akan di temani oleh Indonesian Ventriloquist yang berasal dari Bandung, kak Budi Haha untuk menstimulasi anak dengan kegiatan yang menarik seperti story telling, mewarnai, menempel sticker, dan banyak kegiatan seru lainnya.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Selain itu juga ada playground untuk anak-anak sehingga anak-anak tidak akan bosan menunggu bunda-bundanya mengikuti seminar.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Namun beberapa anak terlihat masih ditemani oleh bundanya 😁

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Acara dibuka oleh Bpk. Suganda selaku Direktur utama RSIA Limijati yang memanjatkan puji syukur bahwasanya acara ini bisa berlangsung dengan baik, bahkan dari 100 slot yang disediakan, masih ada 450 antrian lainnya. Semoga kedepannya bisa mengadakan acara serupa dengan kapasitas yang lebih banyak lagi.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah

Selanjutnya adalah sesi sharing nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan anak yang dibawakan oleh Siska Wiramihardja dr., Sp.GK., M.Kes selaku dokter ahli gizi di RSIA Limijati. Menurut beliau, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, karena selain simbang dan lengkap, juga bisa mencegah infeksi kolostrum. Itu sebabnya beliau selalu merekomendasikan ASI eksklusif sampai 6 bulan, dan menganjurkan agar pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun.

Penelitian memperlihatkan anak yang diberi ASI eksklusif menunjukan perkembangan kognitif, bonding antara ibu dan anak, kemampuan baca dan tulis, juga kemampuan analitik dan penalaran yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak mendapat ASI eksklusif.

Setelah anak bisa mendapatkan MPASI (makanan pendamping ASI) disarankan mencukupi kebutuhan gizi balita dengan memperhatikan asupan zat gizi makro dan mikro. Adapun yang dimaksud zat gizi makro adalah zat gizi penghasil energi seperti lemak, karbohidrat dan protein. Sedangkan yang dimaksud dengan zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral. 

Walau terlihat sepele namun vitamin dan mineral itu sangat penting, sehingga kita harus benar-benar memperhatikan keseimbangannya. Kalau keseimbangan gizinya terjaga, perkembangan fisik, otak dan organ reproduksinya akan tumbuh dengan baik.
Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah
Kolin diperlukan untuk pembentukan memori si kecil dengan menstimulasi pembentukan sel otak, kolin terbukti mampu meningkatkan daya ingat verbal dan visual untuk meningkatkan kecerdasan seseorang. Sumber makanan yang banyak mengandung kolin di antaranya susu, kuning telur, kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, selai kacang, gandum, biji wijen, kentang, brokoli, dan oat.

Alfa laktalbumin diperlukan dalam menstimulasi kekebalan tubuh agar si kecil tidak mudah sakit, selain itu manfaat alfa laktalbumin yang tak kalah penting, yaitu memastikan jumlah asam amino yang dibutuhkan selama tumbuh kembang tercukupi. Asam amino sangat berperan untuk tumbuh kembang otak si kecil. Biasanya alfa laktalbumin ditemukan pada susu whey atau kasein.

Zat besi dipercaya membantu mengoptimalkan kecerdasan si kecil dengan menjaga konsentrasi belajarnya di sekolah. Kekurangan zat besi adalah penyebab menurunnya fungsi kognitif, kemampuan berbahasa, dan perkembangan motorik si kecil. Adapun makanan yang mengandung zat besi diantaranya adalah daging sapi, hati, kacang hitam, tomat, paprika, bayam, brokoli, dan stroberi.

Namun dampak nutrisi pada perkembangan otak dan proses belajar bukan hanya di pengaruhi oleh lingkungan dan asupan nutrisi, namun juga kualitas interaksi antar orang tua dan anak juga interaksi anak dengan lingkungan.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Menurut Dr. Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes selaku ketua IDAI - Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial Anak, periode 1000 hari pertama kehidupan merupakan dasar dari pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosi dan kecerdasan anak. 

Menurut beliau bila gizi 1000 hari pertama tidak tercukupi dengan baik, si kecil bisa bermasalah di kemudian hari. Kalau sudah bermasalah di 1000 hari pertama, akan lebih susah lagi memperbaikinya.

Namun sebelumnya kita harus menyamakan apakah persepsi perilaku menurut orang tua maupun menurut para ahli. Perilaku meurut orang tua adalah salah satu aspek kemampuan yang paling di dambakan orang tua, orang tua mengartikan perilaku dalam bentuk beragam sesuai keinginan hatinya. Sedangkan perilaku menurut para ahli adalah kesepahaman sama dari sudut pandang kedokteran yang merupakan suatu produk hasil kerja dan aktivitas otak.

Menurut Dr. Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes perilaku adalah berbagai respon yang terkoordinasi dari seorang anak untuk beraksi atau tidak bereaksi sebagai tanggapan terhadap rangsangan internal maupun internal. Sedangkan respon bisa di dapat secara bawaan dari lahir maupun melalui proses belajar.

Itu sebabnya kesempatan terakhir untuk memperbaiki perilaku anak adalah < 3 tahun sebelum memasuki usia prasekolah, karena itu adalah masa untuk mengevaluasi kesiapan anak untuk memasuki sekolah secara formal.

Tanda anak siap sekolah kalau sudah bisa bersosialisasi dengan teman sebaya, bermain berkelompok, dan bercerita secara sederhana. Banyak yang menuntut anak usia 5 tahun sudah bisa membaca atau menulis, padahal yang penting adalah adanya sinergisme antara nutrisi dan stimulasi dini. Ciri-ciri nutrisi dan stimulasi dini yang baik pada anak adalah motorik yang bekembang dengan baik, bisa melakukan permainan sederhana seperti bermain bola, berhitung sederhana, mengontrol emosi lebih baik, salah menilai kapasitas tenaga, bisa bermain dengan baik secara berkelompok maupun individu, banyak bertanya, juga mengenal pertemanan dengan jangka pendek.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Saat para moms sedang menyimak penjelasan para narasumber, anak-anak di ruangan sebelah sedang mendengarkan story telling yang dibawakan oleh kak Budi Haha sekaligus menempelkan sticker pada lembaran kertas sesuai cerita yang dibawakan oleh kak Budi.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Sambil bercerita, kak Budi juga mengajak anak-anak berinteraksi, sehingga imajinasi anak-anak bisa mengikuti alur cerita yang dibawakan kak Budi. Kak Budi sedang membawakan cerita liburan di pantai, jadi sambil bercerita, kak Budi mengajak anak-anak untuk melempar bola seperti sedang bermain voli pantai.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Setelah sesi tumbuh kembang selesai di bawakan, semua narasumber ditambah dengan ibu Nuri dari Parenting Club dan kak Budi Haha, berkumpul diatas panggung untuk menjelaskan dan bertanya jawab dengan para bunda dan ayah.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Ibu Nuri menjelaskan apa sih parenting club itu, parenting club adalah sebuah wadah yang berisi segala kegiatan yang bisa memperkaya bunda dan ayah agar si kecil bsa mendapatkan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Karena di dalam parenting club, ada banyak sekali indormasi yang dipersonalisasi sesuai dengan kepintaran serta cara menstimulaisi yang tepat bagi si kecil agar #PintarnyaBeda.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Didalam parenting club ada:
Smart strength finder, yaitu alat bagi orang tua untuk mengetahui kepintaran si kecil berdasarkan observasi saat ini.
Smart stimulation, kumpulan aktivitas selama 21 hari yang dapat membantu orang tua dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan usia dan kepintaran si kecil.
Smart Consultation yang merupakan sebuah wadah untuk berkonsultasi mengenai berbagai macam informasi mengenai si kecil kepada tim ahli kami yang terpercaya.

Smart school yang berkolaborasi dengan google, yang membantu orang tua dalam menemukan lokasi dan informasi mengenai sekolah atau fasilitas pendidikan yang tepat sesuai dnegan kepintaran si kecil.

Smart stories yang berisi inspirasi dan pengetahuan baru dari sesama orang tua, dan para ahli dalam mendukung setiap tahapan tumbuh kembang si kecil dan mengoptimalkan kepintarannya.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Setelah puas mendengar penjelasan dari para ahli, kak Budi Haha mengajari bunda dan ayah untuk memberdayakan alat yang ada di rumah untuk di jadikan properti saat story telling dengan si kecil, seperti trik mengubah kaos kaki menjadi boneka tangan.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Di akhir acara dipilih 5 penanya terbaik yang berhak mendapatkan hadiah berupa buku yang  bisa dijadikan ide untuk story telling bersama si kecil.

Kenali Prilaku Anak di Usia Pra Sekolah 

Senangnya mendapat ilmu yang berkaitan dengan tumbuh kembang si kecil, semoga semua anak Indonesia tumbuh sehat dan bahagia ya.

Bye bye now 😊
Don't forget to follow me on
 

You May Also Like

10 comments

  1. inilah kenapa saya suka blogwalking, mom. Saya tinggal di daerah kecil yang nggak ada acara beginian. Dengan adanya blogger yang menulis review event seperti ini saya jadi kebagian ilmunya. makasih banyak yaaa mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya berbagi juga dengan tujuan yang sama, bukan pamer tapi ingin berbagi, siapa tahu ada yang membutuhkan dan tidak bisa hadir heheheee Thanks udah mampir ya mbak ☺️

      Delete
  2. PR banget nih buat saya bisa bercerita ke anak. Meski ngakunya suka nulis cerita tapi saya payah banget kalau disuruh mendongeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, apalagi kalau anaknya kritis, selama bercerita banyak di intervensi sama pertanyaan, bingung mau jawab pertanyaan2nya atau mau lanjut cerita hahhaaaa

      Delete
  3. Acaranya menarik sekali mbak, saya termasuk orang yang rumahan banget, jarang ikutan event2 seperti ini. Tapi, jadi tahu banyak hal ketika membaca tulisan seseorang, termasuk di sini.terima kasih sharingnya ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mbak, semoga tulisan saya bermanfaat ya mbak :)

      Delete
  4. Mbaaak makasih sharingnya ya. Aku jadi ada PR besar nih. Sebelum 3 tahun aku kudu bisa memperbaiki perilaku anak. Walopun anakku udah sekolah ala ala, tapi setidaknya, tingkah laku masih bisa aku kejar supaya lebih oke lagi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak, semoga kita bisa jaid ibu yang lebih baik lagi ya mbak, demi masa depan anak kita ☺️

      Delete
  5. Anak sulungku pas masuk PG dulu karena keinginan sendiri tau2 join kelas pas aku lagi di kantor guru hihihi :) Senang didongengi ternyata, aku sih jarang banget mendongeng. Bagus acaranya mbak nambah ilmu supaya kita jadi ibu yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, aku juga jarang mendongeng karena sering kehabisan energi duluan hehehee tapi setelah ikut acara ini, saya usahakan setiap minggu minimal weekend sempat membacakan cerita buat anakku :)

      Delete

♥ Please leave some comments, I love reading your comments ♥
♥ Link hidup dan spam akan dihapus ya :) Terima kasih ♥

xoxo,
Winda ~ ♡